Blog

  • If I didn’t Teach English, I Wouldn’t Know That (Part 1)

    Kepikiran #languagetakesme semenjak aku mulai benar-benar menyelami bahasa. Sejauh mana, sih, bahasa bisa membawa kita?

    Aku pernah mendengar satu kalimat, saat kita mengajar, di saat yang sama kita juga sedang belajar. Tapi jujur, aku ngga pernah membayangkan akan mengajar bahasa Inggris di kelas online yang tanpa sengaja aku inisiasi, jyaakhh.

    Sampai akhirnya aku bertemu dengan para learners di kelasku, mereka ini datang dari berbagai kota dan daerah di Indonesia. Mereka humble, mau belajar (ya kemauan adalah pintu awal untuk bertumbuh), tapi diam-diam mereka luar biasa di bidangnya masing-masing.

    Dari sinilah cerita mereka mulai terbuka.

    Ada yang akhirnya keterima kerja di tempat kerjaimpiannya setelah sekian lama berusaha. Ada yang traveling ke negara-negara baru, memulai karier baru, rencana melanjutkan study, atau mengejar target-target spesifik mereka semuanya dengan bahasa Inggris sebagai alatnya.

    Lalu ada juga yang progressnya ngga kalah besar, jadi lebih berani bicara, percaya diri menulis, tenang dan runut menyampaikan isi kepala. Pelan-pelan mulai mengenal diri sendiri, sampai akhirnya bisa bilang, “Oh, ternyata aku bisa juga.”

    Ini adalah salah satu dari sekian hal yang membuat hatiku rasanya hangat. Bahasa membawa kita pada kemungkinan yang tidak kita sangka sebelumnya.

    The last but not least, semua bentuk pencapaian, sekecil atau sebesar apa pun, baik yang terlihat maupun yang terasa dalam diri, tetap layak dirayakan.

    awkay.

    bye.

  • Halo Dunia!

    Putri Mayla – Halo dunia! selamat pagi. Selamat datang di blog hore hore.